Friday, March 16, 2018

Simpen disini aja

Ijin share ...dan agak panjang 🙏
tokokite.com
.
*Saya dapat postingan kisah nyata dibawah ini, setelah membaca saya tidak terasa air mata mengalir*

Ada cerita bagus sekali mohon 🙏🏻 izin share ...

*"Indahnya cinta ❤ dan silahturahmi"*

Seusai Sholat Shubuh aku dikejutkan oleh Bunda
“Ari, Nenek kamu masuk Rumah Sakit. Bunda harus datang melihatnya“
Kulihat wajah bunda nampak sedih.

Tentu aku harus mendampingi bunda, karena tempat tinggal nenek tidak di Jakarta tapi Sumatera.

Sementara aku hampir tidak mungkin meninggalkan kesibukanku di Jakata, Apalagi mitra bisnisku dari luar negeri sedang ada di Jakarta untuk menjajaki kerjasama pembelian produksi pabrikku.

kulihat Bunda sedang sibuk mengemas pakaiannya di kamar.

“Bunda, apa enggak bisa berangkatnya lusa aja”
kataku dengan lembut.

“Bunda enggak mau ganggu kamu, bunda bisa pergi sendiri kok, antar saja Bunda ke Bandara ya."
kata bunda sambil memasukan pakaiannya kedalam koper.

“Baru minggu lalu bunda ke Dokter dan sekarang masih harus istirahat.“
Kataku dengan tetap lembut sambil memegang tas kopernya untuk mencoba menahannya pergi.
“Lusa aja ya, aku temanin.“

“Tidak !!! “
mata Bunda melotot. Kalau sudah begini aku hanya bisa menghela napas panjang.
Sepeti biasanya aku harus mengalah untuk mengikuti kata Bunda. Istriku juga punya sifat sama denganku untuk mengikuti kehendak Bunda.“

"Baiklah, kita pergi sama-sama." Seperti biasanya pula Bunda tersenyum cerah, dia memelukku.

Didalam pesawat aku menuju kota kelahiran ayahku, lamunanku terbang kemasa kanak kanaku. ....................

*Dalam usia 5 tahun, aku sudah yatim. Karena ayah meninggal akibat sakit.*

Menurut cerita Bunda, ketika Ayah meninggal status ayah masih mahasiswa di Yogya. Bunda bukanlah dari keluarga kaya.
Bunda juga seorang Yatim, beda dengan Ayah yang terlahir dari keluarga Pajabat tinggi di Sumatera.

Sehingga walau Ayah berstatus mahasiswa namun kiriman uang dari orang tuanya masih cukup untuk menanggung hidupnya berkeluarga.
Ayah sengaja merahasiakan perkawinan itu kepada keluarga besarnya. Namun dua tahun setelah ayah meninggal, bunda datang ke keluarga ayah sambil membawaku.
Aku masih ingat ketika itu usiaku 7 tahun.

Aku tidak begitu ingat persis bagaimana suasana ketika Bunda memperkenalkan dirinya sebagai menantu dan aku sebagai cucu kepada kakek dan nenekku.

*Yang aku tahu setiap tahun bunda selalu membawaku kerumah kakek dan nenek.*

Setiap tahun, setiap lebaran, Bunda mengajakku pergi kerumah kakek dan nenek. Dengan berlelah lelah naik bus melewati pulau Jawa dan Sumatera untuk sampai.

*Tak pernah aku antusias datang ke rumah kekek dan nenek. Sebagai anak kecil aku tahu bahwa kakek nenek tidak pernah hangat dengan kehadiranku dan Bunda.*

Beda sekali dengan perlakuannya kepada saudara sepupuku yang lain, seperti Adi, Rini, Bobi, Anto, Dedi. Setiap lebaran, kulihat para sepupuku datang dari Jakarta, Bandung, Surabaya dengan pakaian bagus.

*Beda sekali denganku. Bila semua Istri Om sibuk berdandan di kamar atau bermalasan di taman belakang rumah kakek yang luas itu, Bunda malah sibuk di dapur memasak, seperti pembantu.*

Ayahku adalah anak tertua diantara empat bersaudara. Semua saudara ayah laki laki. Tidak ada perempuan.

Istri Om semua memang cantik-cantik. Menurut yang kutahu dari nenek, yang selalu diulang-ulang dihadapan Bunda, bahwa semua Istri Om dari kalangan keluarga terhormat.
Seakan merendahkan keberadaan Bunda. Tapi kulihat Bunda tak pernah tersinggung.

*Selama membesarkan ku, Bunda tak pernah mendapat bantuan satu senpun dari keluarga Ayah. Juga Bunda tidak pernah memohon bantuan dari mereka.*

Bunda bekerja keras di perusahaan Swasta sebagai tenaga administrasi. Bundapun tak pernah terpikir untuk menikah kembali. Ketika aku sudah remaja, aku sudah bisa beralasan bila Bunda mengajakku lebaran di rumah kakek.

“aku males ke rumah kakek dan nenek. Mereka enggak sayang sama aku. Kenapa kita harus ke rumah mereka ?“

Demikian alasanku. Tapi Bunda dengan segala sifatnya yang keras memaksaku untuk ikut. akupun tak berdaya.

Ketika aku tamat SMU, aku tidak kuliah. Aku memilih bekerja di bengkel.

“Saya tak ada uang untuk mengirim Ari ke universtas, Yah". Demikian kata ibu kepada kakek ketika menanyakan mengapa aku tidak kuliah.

Kakek dan nenek nampak tersenyum sinis ketika mengetahui keadaanku.

Tahun-tahun berikutnya ketika lebaran. Kakek dengan kebanggaannya bercerita tetang sepupuku yang berangkat ke luar negeri untuk kuliah. Ada juga yang masuk perguruan tinggi swasta bergengsi di Jakarta.
Aku maklum karena Om ku semua mempunyai posisi sebagai Pejabat dan ada juga yang jadi pengusaha.

*Aku dan Bunda hanya diam mendengar cerita itu. Tapi, tak pernah mengurangi niat Bunda untuk datang ke rumah kakek dan nenek.*
*Dan aku semakin bosan dengan sikap keluarga ayahku.*

Yang pasti bi idznillaah, izin Allaah SWT ditambah kerja kerasku, aku bisa menanggung Bunda dan Bunda tak perlu lagi berkerja keras.

Berjalannya waktu, yang tadinya aku sebagai pekerja bengkel, akupun sudah bisa mandiri dengan membuka usaha bengkel sendiri.

Lambat laun, aku mendapat mitra untuk membuat komponen bodi kendaraan sebagai pemasok pabrikan otomotif. Usaha ini ku geluti dengan kerja keras siang malam dan akhirnya berkembang. Ini semua tidak bisa dilepaskan peran Bunda yang tak henti mendoa' kan ku.

Akupun dapat hidup mapan. Namun, kewajiban setiap lebaran datang berkunjung ke rumah kakek nenek tetap saja dilakukan oleh Bunda dan aku harus ikut.

Tapi belakangan keluarga yang berkumpul di rumah kakek dan nenek tidak lagi utuh. Yang lain hanya menelphone mengucapkan selamat lebaran kepada kakek dan nenek. Sepupuku pun tak semua datang. Mereka bersikap sama dengan orang tuanya, mengucapkan selamat lebaran via SMS, telpon atau WA. Tapi Hb dan nenek tetap bangga dengan mereka.

*Aku tak pernah cerita tentang keadaanku karena kakek dan nenek tak pernah bertanya tentangku. Walaupun mereka tahu aku dan Bunda tidak lagi datang dengan bus tapi menggunakan pesawat terbang.*
.........

Tak terasa roda pesawat sudah menyentuh landasan. Kulihat Bunda tersentak dari tidur lelapnya. Dia melirik kearahku dan entah kenapa dia menciumku keningku.
”Ada apa Bunda ?“ tanyaku dengan tesenyum

*“Bunda ingat akan ayahmu."*
Bunda nampak berlinang air mata. Aku hanya diam “Ayahmu pria yang sangat baik. Sangat baik".
*Dia pria yang Sholeh.* Ayahmu berencana bila dia selesai kuliah dan dapat pekerjaan maka dia akan membawa Bunda dan kamu ke keluarga besarnya.

Bunda tahu kok, Ayahmu dalam posisi lemah ketika melamar Bunda. Di samping itu dia sadar karena pilihannya kepada bunda membuat dia berbeda dengan Ayahnya.

"Ayahmu mencintai bunda karena dia lebih mencintai Allaah dari apapun” Sambung Bunda.

“Maksud Bunda apa ?"

*“Ayahmu memilih Bunda karena Agama." Dia tidak melihat Bunda karena kecantikan, karena keturunan orang kaya, karena apa-apa.* *Dihadapan Ayahmu, Bunda adalah muslimah yang baik, yang miskin.* *Dan itu pasti akan ditentang habis oleh keluarganya.”*

Air mata Bunda berlinang dan akhirnya air mata itu jatuh membasahi pipinya.

“kamu adalah putra ayahmu." Anak yang berbakti, Sholeh dan pekerja keras.
"Benarlah kalau niat baik karena Allaah maka yang akan datang juga kebaikan.“

Aku terdiam. Ada yang mengganjal dalam pikiranku.
Ini momen yang tepat untuk bertanya ...

*“Kenapa Bunda selalu menaruh hormat kepada kakek dan nenek.*
*Padahal mereka sangat acuh dan tidak peduli dengan kita."*

Bunda menatapku dengan tersenyum

*“Ketika Ayahmu pulang ke Sumatera dalam keadaan sakit, dia berpesan kepada Bunda , bila dia meninggal agar Bunda menjalin silahturahim dengan keluarganya dan mendidik mu untuk dekat kepada kedua orang tuanya.”*

Bunda terdiam sebentar sambil mengusap airmatanya.
"Kamu tahu, setelah Ayahmu meninggal, butuh dua tahun Bunda untuk mengambil keputusan untuk bertemu dengan kakek dan nenekmu.

*Walau karena itu tidak ada rasa hormat kepada Bunda, dan Bunda juga menyaksikan betapa kamu tidak diperlakukan sama seperti cucu yang lain, tapi Bunda ingat kata kata Ayahmu* *“Cintailah sesuatu karena karena Allah. Tak penting rasa hormat dan imbalan dari manusia, ya kan, anakku.”*

“Ya, Bunda" Terlontar begitu saja dari mulutku.

Entah kenapa kedatangan ku bersama Bunda kali ini disambut dengan air mata berlinang oleh kakek.

*Dia peluk aku ketika sampai di kamar nenek dirawat.*
*Yang datang menjenguk hanya "aku dan Ibu". Sementara Om dan sepupuku tidak ada yang datang. Kulihat nenek dalam keadaan tertidur.*

Dari kakek kutahu bahwa nenek terkena stroke tapi keadaanya cepat tertolong.
Mungkin setelah itu nenek akan lumpuh.
Kakek mengajakku keluar dari ruangan.
Kami bicara di taman Rumah sakit.

*“Dua tahun lalu, Om mu yang pejabat di Jakarta, terkena kasus Korupsi. Dia dalam pemeriksaan oleh aparat yang berwajib."*

*Sebelumnya, Om mu yang di Surabaya, perusahaannya disita oleh Bank karena bankrut.*

*Om kamu yang di Bandung bercerai dengan istrinya, karena soal perselingkuhan dan akhirnya terkena PHK sebagai PNS.*

Semua anak-anak mereka tumbuh menjadi anak yang liar.
Kuliah tidak selesai, dan terjebak dalam pergaulan bebas.

*“aku terkejut, karena baru kali ini aku tahu."* Mungkin karena hubunganku dengan keluarga ayahku tidak begitu dekat maka tak banyak kutahu soal mereka.

*“Kakek tahu bahwa nenekmu punya penyakit darah tinggi dan jantung."*

Makanya kakek berusaha menyimpan rapat rahasia tentang Om kamu yang tersangkut kasus karupsi.

*"Tapi kemarin, ada yang memberi tahu bahwa Om kamu sudah di vonis penjara enam tahun atas tindakan korupsinya. Seketika itu pula nenekmu jatuh pingsan ...”*

Aku hanya diam untuk menjadi pendengar yang baik.

“Ari, kami tahu bahwa selama ini perlakuan kami kepada kamu dan ibu mu kurang baik."

Bahkan kami biarkan ibu mu menderita membesarkan kamu, membesarkan anak dari putra sulung kami, cucu kami.

*Kami menyesal karena sikap kami selama ini. Belakangan ini, nenekmu selalu menyebut nama kamu .... setiap dia menyebut namamu, seketika itu juga dia menangis.*

Kini dimasa tua kami, kami resah karena tak tahu siapa yang akan mengurus kami.

*"Nenekmu mungkin setelah ini akan lumpuh. Kakek sudah uzur dan lemah ...”*

Ku genggam tangan kakek.

*“Aku yang akan merawat kakek dan nenek."*
*Izinkan aku untuk membawa kakek dan nenek ke Jakarta, tinggal bersamaku.*
*"Beri kesempatan aku untuk berbakti kepada kakek dan nenek, ya kek.“*

Seketika itu juga kakek memelukku erat.

Terasa pundakku  basah, "aku tahu kakek menangis" Harta yang ada jual saja lah kek. Untuk bantu Om dan Adik-adiknya.

"Dalam situasi ini tentu mereka sangat membutuhkannya. Dan sisanya kakek sedekahkan untuk Panti asuhan agar kakek punya bekal ke akhirat, setuju kan kek." kataku.

Kakek semakin erat pelukannya. "Maha suci Allaah SWT, sifatmu tak jauh beda dengan Ayahmu, yang begitu bijak menyikapi kami."

Bertahun-tahun aku di didik oleh Bunda untuk memahami makna cinta.

_*"Bahwa Cinta adalah tindakan memberi karena Allah", bukan mengharap balasan dari manusia.*_

akupun harus memahami hakikat cinta dalam kehidupan ini, termasuk menggantikan posisi ayahku untuk berbakti kepada kakek dan nenek, orangtua ayahku.
......

Bunda nampak bahagia sekali ketika melihatku mendorong kursi roda Nenek menuju tangga pesawat dengan di samping kakek yang berjalan sambil memegang lenganku. kami semua ke Jakarta.

.........

*Ya Allah, semoga kami bisa menjaga lisan,  tindakan, agar tidak ada yg tersakiti, saling menghargai,  menghormati, memberi cinta dlm suka dan duka,  saling membantu dlm kebaikan ... meninggal dalam keadaan sebagai insan yang Engkau cintai, Husnul Khootimah dan mendapat Syafaa'at yang agung dari Baginda Yang Mulia Habiibunaa Rasuulillaah Muhammad SAW.*

Aamiin .... yra 😭😭😭😭😭

Mohon dimaafkan jika ada salah kata dan tidak berkenan 🙏🏻😘

*Jazakumullahu khairon*

Jika baik bisa diteruskan kpd saudara yang lain.

Jika tidak, tolong dihapus saja.

Wednesday, March 14, 2018

Kode bos besar

Bismillah... KODE DARI BOS BESAR

Oleh : Ustadz Felix Siauw

Udah dikasih kode, kok engga peka......

Kode apa sih?

Jadi gini, pernah gak temen-temen Lagi enak-enaknya tidur, eh Tiba - tiba banyak nyamuk yang menggigit kita, akhirnya terbangun dari tidur. Lihat jam ternyata jam 02.00
Lalu ambil obat nyamuk, terus tidur lagi

😴😴😴

Setengah jam kemudian terbangun lagi karena kebelet buang air kecil. Setelah buang air, lihat jam ternyata masih jam 02.30 Ya udah deh, tidur lagi.

💤💤💤

Lalu Udara dingin banget, bangun terus ambil selimut. Ternyata masih jam 03.00, Pasang selimut terus tidur lagi, dengan kehangatan selimut.

😴😴😴

💤💤💤
"AAAAHHHH..!!!! TIDAAAKK..!!!"

Terbangun...
Huft.. Ternyata tadi mimpi buruk. Lihat jam masih jam 03.30
"Tidur lagi ah, lumayan masih shubuh masih lama nih"

😴😴😴 💤💤💤

Sering kali kita tidak peka terhadap hal seperti itu, tidakkah kita merasa itu adalah kode dari Allah bahwa Allah sedang kangen sama kita?

❓❓❓

Allah ingin kita sholat malam, ingin mendengar doa - doa kita dan curhat kita. Allah lagi rindu kita

#PekaDong 😇😇😇

Di sepertiga malam Allah turun dari 'Arsy menuju langit bumi.
Allah datang, eh kita malah tidur..

😴😴😴

☝ ☝ ☝

Katanya pengen hidup berubah, sukses, pengen meng-hajikan orang tua, pengen punya rumah, pengen punya mobil dan motor, Terus katanya pengen dapat jodoh *ehh...

😅😅😅

Ketika manusia memberi kode kepada orang lain, terus orang tersebut nggak peka, pasti sakit hatikan ??
Terus bilang deh, "Kenapa sih kamu enggak peka sama aku?

❓❓

Coba bayangkan sudah berapa kali kita abaikan kode - kode dari Allah??

☝ ☝ ☝

Nanti malam kalau dapat kode dari Allah, peka yaaa 😊...

Terus curhat deh pengen apa aja 😍

Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa 😁

Rasulallah SAW bersabda :
"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Silahkan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu. Senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

👍�👍�👍

Wednesday, March 7, 2018

Tips sehat

Tips sehat ala Rasulullah:

1. Mandi pagi sebelum subuh, sekurang-kurang nya se jam sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap kedalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Kita boleh saksikan orang yang mandi pagi kebanyakan badan tak gemuk.
2. Rasulullah mengamalkan minum segelas air sejuk (bukan air es) setiap pagi. Mujarabnya Insya Allah jauh dari penyakit (susah mendapat sakit). Makan dengan tangan dan menjilati jemari, bermanfaat buat pencernaan.
3. Waktu sholat Subuh disunnahkan bertafakur (yaitu sujud sekurang-kurangnya semenit setelah membaca doa).Kita akan terhindar dari sakit kepala atau migrain. Ini terbuksi oleh para ilmuwan yang membuat kajian kenapa dalam sehari perlu kita sujud. Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yang tidak dipenuhi darah. Dengan bersujud maka darah akan mengalir keruang tersebut.
4. Nabi juga mengajarkan makan dengan tangan dan bila habis hendaklah menjilat jari. Ahli saintis telah menemukan bahwa enzyme banyak terkandung di celah jari-jari, yaitu 10 kali ganda terdapat dalam air liur (enzyme sejenis alat pencerna makanan).
5. Ketika minum pun jangan dilangsungkan. Misalnya 1 gelas sekaligus. Rasulullah saw. biasa ketika minum itu 2-3 tegukan lalu berhenti untuk bernapas. Kemudian minum lagi 2-3 tegukan lalu berhenti. Ini adalah cara minum yang benar. Karena jika kita minum satu gelas sekaligus, kita pasti akan minum sambil bernapas lewat hidung. Dan ketika kita bernapas, udara yang kita hirup dan kita
keluarkan akan bercampur dengan air yang akan kita minum. Campuran air dan udara yang kita keluarkan itu akan menjadi racun. Dan air yang sudah menjadi racun
itu kita minum.
Subhanallah...
Yang berkomentar Aamiin semoga bisa bertemu dengan Nabi Muhammad Saw baik di mimpi, atapun di surga firdaus tanpa hisab berkumpul bersama beliau dan para sholeh sholeha.
Aamiin

Thursday, February 8, 2018

Iseng

Iseng d sore hari

Boleh percaya boleh jg tdk...Mari Kita Mencoba. Rahasia Watak Berdasarkan Bulan Lahir. Entah kebetulan atau Nggak..

1. Januari: @#[195861867205387:0]
2. Februari @#[293669990744868:0]
3. Maret: @#[443802642350665:0]
4. April: @#[380638315358537:0]
5. Mei: @#[383274068423745:0]
6. Juni: @#[374320882660356:0]
7. Juli: @#[254408781353128:0]
8. Agustus: @#[572594239423254:0]
9. September: @#[572594239423254:0]
10. Oktober: @#[385226084895034:0]
11. November: @#[381231488631110:0]
12. Desember: @#[181862225285812:0]

Tips : Masukan Kode di komentar hapus tanda "#" dan jangan pakai spasi . biarkan tanda @ nya. Monggo di coba

NB : untuk hiburan.... 😂😂😂😂

Haha cukup menghibur 😊@[3280638315358537:○]

Thursday, December 7, 2017

Galakan mana sama ibumu?

👉SEBERAPA GALAK ISTRIMU???
.
.
.
“Istriku galak sekali, Ustadz!!”
Tutur seorang bapak dengan kesal, raut mukanya tak menyenangkan sama sekali.
“Seberapa galak istrimu, Pak?”
Tanya Sang Ustadz santai berbalut senyum.

Sebetulnya tidak ada istri yang galak, yang ada hanyalah istri yang stress dan berwatak keras.
Tapi sekeras-kerasnya watak seorang istri, ia tetaplah wanita (feminim).
Jiwanya tetap berhias kelembutan, dan penuh perasaan kasih sayang.
Tak sedikit saya menyaksikan wanita berwatak keras, tapi anaknya tetap banyak. (Waduh, keceplosan. Hehehe).
Pasangannya setia, dan rumah tangganya awet hingga diakhiri oleh kematian.

Watak keras itu produk ayah ibunya, dan lingkungan dimana ia bertumbuh. Ibarat gabah yang tumbuh di sawah yang kering.
Berasnya tetap enak dimakan, asal dimasak dengan cara yang benar.
Hasilnya tetap memuaskan.

Begitupula dengan seorang istri.
Baik dan buruknya seorang istri sangat ditentukan oleh suaminya.
Tangan yang cemerlang, menghasilkan karya gemilang.
Bermodal kesabaran dan kasih sayang, sekeras apapun watak istri, seorang suami tetap bisa membentuknya menjadi wanita shalihah.

Memang tak mudah, butuh keringat berkuah-kuah, lelah, asal lillah insyaAllah bernilai ibadah.
Sabar dan bersungguh-sungguh, itu kata kuncinya.

Bila watak yang keras adalah produk orangtua dan lingkungan, maka istri yang stress adalah produk suaminya.
Kebagusan agama, jiwa kepemimpinan, dan tanggungjawab seorang suami dipertaruhkan di sini.

Kenapa istri bisa stress?

Si istri menjawab, “Kerjaan rumah menumpuk, anak rewel, capek, suami jutek, kasar, sedikit2 suka membentak, berbicara dg nada keras, sumpek, kasur bau ketek, pengen empek empek, dan bla bla...”

Istri stress, bisa jadi ia kurang piknik, maka ajaklah ia jalan-jalan.
Cari tempat yang bisa terjangkau dengan ketebalan dompet.
Lakukanlah minimal sekali dalam seminggu.
Semisal ke pantai, sawah, gunung, naik sampan menyusuri sungai, kebun kopi, dan lainnya.
Anak titipkan ke mertua atau saudara jika bisa......bawa camilan yang banyak, dan pacaranlah berdua saja.

Istri stress maka ajaklah ia shoping.
InsyaAllah stressnya akan hilang seketika.
Atur budgetnya biar nggak kolaps.
Setelah itu makanlah berdua di rumah makan yang disukai.

Bagaimana dengan anak-anak? Bawa..... Atau titipkan lagi saja ke mertua atau saudara agar privasi kalian tidak terganggu.

Istri stress, bisa jadi karena kurang dipuji, jarang digombal, maka mulai saat ini rajin-rajinlah memuji dan menggombal.
Pujilah masakannya walau terasa keasinan, hambar nggak karuan, atau rasa permen nano-nano.
Pujilah kecantikannya walau onderdilnya sudah goyang sana-sini.
Panggillah ia dengan sebutan sayang, cinta, bidadariku, atau apa saja yang terdengar indah dan disukainya.

Istri stress, bisa jadi karena kurang ngaji.
Ruhiyahnya kosong melompong, sekarat berkarat, dan kerempeng melempeng.
Ajak ia mengukiti kajian, perbaiki bacaan Qur’annya, simak hafalannya, kawal shalat fardhunya, dan sesekali bangunlah kalian disepertiga malam.
Tahajjudlah berdua, semoga cinta kalian dalam mahabbahNya.

Jikalau semua itu sudah dilakukan, tapi tetap saja sering marah-marah,
Lalu bagaimana?

Mari kita simak kisah Khalifah Umar Ibnu Khattab ra berikut ini:

Suatu waktu, seorang lelaki tergesa-gesa menuju kediaman Khalifah Umar Ibnu Khattab dengan maksud hendak mengadukan perilaku istrinya yang suka marah-marah.
Begitu tiba di kediaman Khalifah Umar, lelaki itu tanpa sengaja mendengar suara istri Umar bin Khaththab sedang meleja khalifah kedua itu.
Lelaki itu semakin bingung, karena Khalifah Umar sama sekali tidak membela diri.
Menyaksikan hal tersebut, lelaki itu pun balik kanan dan melangkahkan kaki untuk pulang sembari bergumam,
“Kalau Khalifah saja dimarahi oleh istrinya dan tidak bereaksi apa-apa, untuk apa saya mengadu kepada beliau?” Sembari terus melangkahkan kakinya.
Tak disangka, ternyata Khalifah Umar menyadari kehadiran sang tamu.
Beliau pun segera membuka pintu dan tatkala melihat sang tamu telah beranjak, buru-buru beliau memanggil,
”Apa keperluanmu?”
Lelaki itu pun berbalik dan segera menghadap Khalifah Umar.
”Wahai Amirul Mu’minin, sebenarnya aku datang untuk mengadukan perilaku istriku dan sikapnya kepadaku, tapi aku mendengar hal yang sama pada istri tuan.”
”Wahai saudaraku, aku tetap sabar menghadapi perbuatannya, karena itu memang kewajibanku. Istrikulah yang memasak makanan, membuatkan roti, mencucikan pakaian, melahirkan anakku, merawat dan menyusui anakku, ” jawab Umar.
”Di samping itu,” sambung Umar, ”Hatiku merasa tenang (untuk tidak melakukan perbuatan haram dan zina—sebab jasa istriku). Karena itulah aku tetap sabar atas perbuatan istriku.”
”Wahai Amirul Mu’minin, istriku juga demikian,” ujar orang laki-laki itu.
”Oleh karena itu, sabarlah wahai saudaraku. Ini hanya sebentar!”

Kisah di atas mengajarkan kepada suami, lagi-lagi bagaimana sikap terbaik seorang suami dalam menghadapi ketidaksempurnaan istrinya.
Suami perlu menyadari bahwa istrinya bukan bidadari yang hanya mengenal kelembutan dan kepatuhan total.
Istrinya hanyalah manusia biasa.
Sebab ia manusia biasa, masih bernaung padanya banyak kelemahan.
Di antara kelemahannya itu adalah emosi yang tak terkendali.
Alias galak.
Maka sikap terbaik seorang suami adalah sabar.
Bersabarlah, sebagaimana halnya Khalifah Umar yang bersabar atas istrinya. Beralasanlah yang baik, sebagaimana baiknya Khalifah Umar menarasikan kelemahan istrinya.

Wallahu alam bisshowab!

Thursday, November 30, 2017

Mutiara yang hilang

*"10 mutiara yang bakal hilang."*

*- السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته .*
*- بسم اللّٰه الرحمن الرحيم .*

   _*• Sewaktu Rasulullah SAW sakit, terlontar satu pertanyaan kepada malaikat Jibril as :*_
   _"Wahai Jibril... apakah kamu akan turun ke bumi setelah aku tiada...???"_
_*Malaikat jibril menjawab :*_
   _"Masih Yaa Rasulullah, aku akan turun ke bumi untuk mengambil 10 Mutiara hidup sepeninggal diri engkau."_

_*Rasulullah saw bertanya lagi :*_
    _“Mutiara apakah yang akan kamu ambil...???"_
_*Malaikat Jibril as jawab :*_   

*- (الأَوَّلُ) أَرْفـَعُ البـَرَكَةَ مِـنَ الأَرْضِ*
  
Mutiara pertama yang akan aku ambil dari muka bumi  adalah : *BARAKAH* (Keberkahan)

   *- ( وَالثـََّانىِ) أَرْفَـعُ المَحـَبَّةَ مـِنْ قُلُـوْبِ الخَـلْقِ*
  
Mutiara Kedua adalah : *RASA CINTA* (Mahabbah) yang bersemayam dihati manusia.

   *- (وَالثـََّالِـثُ) أَرْفَـعُ الشـُّفْـقـَةَ مِنْ قُلُـوْبِ الأَقـاَرِبِ*

Mutiara Ketiga adalah : *RASA KASIH SAYANG* diantara keluarga (kasih sayang diantara keluarga semakin menipis).

   *- (وَالرَّابـِعُ) أَرْفـَعُ العـَدْلَ مِنَ الأُمَراَءِ*

Mutiara ke empat adalah : *KEADILAN* di hati para pemimpin.

   *- (وَالخـاَمِسُ) أَرْفَـعُ الحَـياَءَ مـِنَ النِّـساَءِ*

Mutiara Kelima adalah : *RASA MALU* yang ada dihati para wanita. (Banyak Berkata, berpenampilan, dan bersikap yang tidak pantas).

   *- (وَالسـَّادِسُ) أَرْفَـعُ الصـَّبْرَ مِـنَ الفُقَـراَءِ*

Mutiara Ke Enam adalah : *RASA SABAR* orang-orang fakir.."

   *- (وَالسـَّابِـعُ) أَرْفَـعُ الـوَرَعَ وَالزُهْـدَ مِنَ اْلعـُلَمـاَءِ*

Mutiara Ketujuh adalah : *WARA'* dan *ZUHUD* dari para ulama. (Wara' adalah sangat berhati-hati menjaga diri dari yang syuhbat dan yang haram, sedangkan zuhud itu (Hati) yang tidak mementingkan harta-dunia, kedua-duanya merupakan ciri seorang ulama. Jika wara' dan zuhud telah hilang dari ulama maka nilai jati dirinya tergores).

   *- (وَالثََّـامِـنُ) أَرْفَـعُ السَّـخاَءَ مِنَ الأَغْنـِياَءِ*

Mutiara Kedelapan adalah :  *KEDERMAWANAN* 0rang-0rang kaya.

   *- (وَالتـَّاسـِعُ) أَرْفَـعُ القــُرْآنَ*

Mutiara Kesembilan  adalah : *MENGANGKAT AL-QUR'AN..* (menghilangkan Ruh/ khasiyah al-Qur’an itu sendiri sebagai panduan dalam kehidupan).

   *- (العـاَشِـرُ) أَرْفَـعُ الإِيْمـاَنَ*
  
Mutiara (yang akan aku ambil dari muka bumi) yang kesepuluh adalah : *IMAN.*

*• Saudaraku, Itulah mutiara² yang paling berharga, bila satu persatu hilang dari masing² kita, maka itu namanya kiamat kecil, tapi bila hilang satu persatu di tengah² seluruh umat manusia, maka itulah awal kiamat besar, 0leh karena itu selagi masih ada nafas kehidupan kita, mari masing² menjaga mutiara yang paling berharga dari kepunahan...*

*- والله أعلم بالصواب .*

"Semoga bermanfa'at...aamiin..."

Saturday, October 7, 2017

Tugas VII

1. Pada beberapa sosial media yg kamu kenal.manakah yang sering kalian pakai mengapa?