Di hari minggu yang cerah, matahari bersinar cukup menerangi rumput yang
ada di halaman rumah sebuah keluarga kecil. Andai rumput bisa bicara
pasti senang mendapat sinar secerah hari ini. Ada berbagai jenis tanaman
di taman kecil itu.
Seorang ibu bersama anaknya menikmati hari itu
dengan berkebun.
Ibu sibuk memilih tanaman, mana yang akan diletakkan di
tempat yang terkena matahari langsung dan mana yang di tempatkan di
tempat yang teduh.
Ana nama anak mereka juga sibuk dengan mainan
barunya.
Saat ibu Ana membawa air untuk menyiram tanaman di taman kecilnya,
sebagian sisa air dibiarkan tetap di ember. Tanamanpun seperti bisa
berbicara mengucapkan terima kasih kepada pemberi air. Kira-kira
sepertiga ember masih ada.
Beberapa ekor anak lebah yang tinggal tak
jauh dari taman kecil tersebut memperhatikan dengan seksama, salah satu
dari lebah-lebah tersebut ingin sekali mandi, karena sudah beberapa hari
ini tidak bisa keluar dari sarangnya karena cuaca yang mengkhawatirkan
untuk aktivitas di luar sarang. Dengan sigapnya lebahpun langsung
menikmati segarnya air yang di ember tersebut. Tetapi saat lebah ingin
keluar dari air tersebut, ternyata sayapnya basah, akibatnya lebah
dengan susah payah dengan segenap tenaganya berjuang keluar dari air
tersebut.
Aduh……sayapku basah,” gimana nich kan aku jadi susah terbang….?
Bagaimana ya caranya supaya bisa keluar dari ember ini….?,” begitu kata
lebah.
Lebah hanya bisa berdoa dan berdoa, ya Tuhan Yang Maha baik,
keluarkanlah aku dari sini, aku mohon Tuhan. Begitu yang dikatakan si
Lebah dengan tulus. Aku akan memberikan banyak manfaat bagi hambaMu yang
lainnya,”.
Sampai akhirnya lebahpun kelelahan dan pasrah.
Ibu Ana secara
tidak sengaja, menyenggol ember dan airpun tumpah ke rumput, hingga
lebah bisa terbang dan pergi dengan perasaan bahagia.
Itu artinya doa
Lebah terkabul.
Kemudian lebah segera meninggalkan taman kecil itu.
Ana
hanya menatap ibunya yang sibuk dengan tanam-tanamannya buat taman
kecil mereka, ayah Ana keluar juga hanya melihat apa yang dikerjakan
istrinya.
Ana mendekati ayahnya dan bermanja-manja sambil menarik tangan
ayahnya meminta jalan-jalan. Ayah dan Ana sepakat untuk menunggu Ibu
selesai dengan tanamannya.
Setelah selesai dengan taman kecilnya, Ibu
Ana membersihkan tangannya dari tanah.
Kemudian mempersiapkan diri
jalan-jalan bersama keluarga kecilnya.
Anapun berjingkrak jingkrak
kegirangan.
Hole……hole……jadi jalan-jalan ya Yah….!,”kata Ana.
Iya
sayang,”jawab Ayahnya.
Karena begitu senangnya sampai-sampai terasa lama
sekali menunggu ibunya keluar dari rumah. Ana tidak sabar menunggu
lama-lama tanpa kepastian dari ibunya.
Anapun segera menyusul ibunya
ke dalam rumah.
”Ibu……cepat napa….?Lama amat…..,”kata Ana.
"Iya…..nich dah
selesai "
“Ayo kita jalan-jalan kemana Ana?,
”Ketaman yang lebih besar
Ibu?,”kata Ana.
No comments:
Post a Comment